Senin, 24 Oktober 2016

tiga tempat di soppeng yang menyimpan nilai historis

Sejak ratusan ribu tahun yang lalu soppeng telah dihuni manusia sampai saat ini sehingga tercipta budaya dan peradabannya sendiri. Dari hasil penelitian arkeoligi yang terakhir peradaban soppeng dimulai sejak saman batu atau megalitikum dan meninggalkan jejak-jejak peradaban berupa benda-benda yang di gunakan pada saman itu.
Adapun tempat yang menjadi saksi sejarah peradaban soppeng sebagai berikut

  • 1.       Umpungeng

umpungeng
sumber gambar

Umpungeng merupakan salah satu desa dikabupaten soppeng yang banyak ditemukan bukti sejarah atau jejak manusia purba di soppeng terletak 45km dari ibukota soppeng. Bukti sejarah yang ditemukan di umpungeng berupa batu mallajange berupa batu tempat hilangnya tomanurung (tomanurung: mitos tentang orang pertama yang hadir di soppeng dan datang dari langit), bola arajang atau rumah adat, possi tana atau pusat kampung yang dipercaya masyarakat soppeng merupakan titik tengah Indonesia (masih perlu penelitian lebih lanjut), batu lecengengnge atau monument tempat menguji kebangsawanan seseorang apakah layak menjadi datu (raja) atau tidak. Masyarakat umpungeng percaya bahwa tanah leluhur mereka merupakan wanuwa (kampung) penting untuk kerajaan soppeng praislam.
  • 2.       Kompleks Makam Jera Lompo E

kompleks makam jera lompoe
sumber gambar

Kompleks makam kuno jera lompoe terletak di sebelah barat mesjid raya kurang lebih 1 kilometer, tepatnya di desa bila kecamatan lalabata. Kompleks makam kuno jera lompoe merupakan bagian dari kompleks istana datu soppeng. Makam ini menunjukkan transisi pra islam ke islam. Tempat ini dapat dijadikan tempat rekreasi karena lokasinya yang tinggi dari posisi daripada tanah di sekitarnya. Kompleks ini memiliki luas 85x75 meter persegi dan diresmikan pada 06 november 1981 sebagai taman purbakala. Terdapat sebuah makam yang unik yaitu nisan yang berbentuk hulu badik dan satu-satunya di SulSel.
  • 3.       Villa Yuliana

villa yuliana
sumber gambar

Villa Yuliana merupakan bangunan peninggalan masa colonial belanda dibangun pada tahun 1905 oleh pasukan belanda pada masa itu dalam rangka persiapan kedatangan ratu yuliana dari belanda, namun yuliana tidak jadi datang karena alasan keamanan yang tidak kondusif. Gaya bangunan berciri khas  arsitektur belanda pada abad ke 18 dan ke 19, didominasi oleh gaya yang disebutbsebagai indische empire. Bangunan tersebut menghadap ke barat, sangat pas menikmati matahari terbenam dibalik gunung sewo di kala sore menjelang malam. Bangunan tersebut kini telah beralih fungsi menjadi mesuem peyimpanan benda-benda temuan arkeologi dan beri nama meseum latemmamala. Lokasi bangunan sangat strategis, tepat berada di pusat kota soppeng.

Inilah tiga tempat di soppeng yang mengandung nilai historis yang wajib anda kunjungi bila berkunjung ke soppeng selain tempat-tempat wisatanya, namun jika anda ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda coba kunjungi wisata air terjun di soppeng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar