Rabu, 29 Juni 2016

teringat masa lalu

Iseng saya membuka beranda akun facebook saya, awal saya membuat (baca;dibuatkan, karena kala itu masih gaptek) sekitar tahun 2011 april, saya mulai kenal yang namanya facebook. Kala itu baru kelas  2 tingkat Smk, fb belum popular di kalangan teman2 saya jadi teman fb saya mayoritas orang yang di recomendasikan oleh fb yang pastinya bukanlah orang yang saya kenal di dunia nyata.

Di beranda tersebut, terdapat berbagai status alay dan semacamnya yang membuat saya senyum-senyum sendiri membacanya, untungnya tulisannya bukan tulisan yang bercampur angka-simbol, capital-kecil jadi masih mudah untuk membacanya.

2 tahun pertama saya main fb banyak menceritakan tentang masa putih abu-abu, mayoritas bercerita tentang akhir masa sekolah yang indah (hal yang tak dapat dipungkiri), betapa padatnya jadwal belajar karena ada jam tambahan untuk pelajaran tertentu, membolos karena bosen ikut pelajaran tambahan dan banyak lagi kisah yang terangkum disana.

Seiring dengan berjalannya waktu, lingkaran pertemanan pun mulai bertambah. Banyak teman yang hijrah ke ibu kota untuk melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi atau mencoba peruntungan dengan modal ijasah SMK. Mungkin karena kesibukannya mereka tidak lagi menyempatkan buka facebook hal ini terlihat dari beranda mereka yang tidak ada lagi update-an terbaru atau mereka membuat akun yang lain. Tentu ini tidak semuanya masih ada teman yang setia pakai akun lama.

Saya jadi ingat masa sekolah saya yang banyak warna, tentang kakak kelas menyebalkan yang masih memelihara system senioritas, adik kelas yang cantik nan imut, teman seangkatan yang rese’ dan suka cari masalah, tentang guru BK yang rajin swiping pakaian yang tidak rapi, teman sekelas yang kocak dan paling ribut namun paling setiakawan. Saat ini, kami sudah terpencar-pencar dan sudah punya hidup sendiri bahkan beberapa sudah lost-contact sama sekali.

Bahkan teman sekelas pun sudah ada yang lost-contact. padahal, melihat kesetiakawanan kami  masa itu tak pernah terpikir kalau kami akan lost-contact. Meski masih ada yang tetap berkomunikasi dan tidak lost-contact. Kami yang tidak lost-contact tetap mencoba meluangkan waktu untuk reuni setiap tahun pasca lebaran.

Menjaga pertemanan ternyata susah-susah gampang.
Sebait puisi buat kalian:
Datang dan pergi
Saya selalu percaya begitulah hidup ini
Semua punya musim sendiri-sendiri
Semua punya waktu dan jadwal sendiri-sendiri
Karena tidak ada yang abadi
Di dunia ini
Semua akan hancur dan pergi

Tinggal waktunya saja untuk menghampiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar