Rabu, 22 Juni 2016

Saat(nya) ke Soppeng

Soppeng merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Sulawesi selatan, letaknya tepat di tengah-tengah Sulawesi selatan, lebih tepatnya sebelah utara kota Makassar ibu kota sulsel berjarak kurang lebih 200 km dengan waktu tempuh 3 sampai 4 jam perjalanan.

Ada tiga rute yang bisa dilalui jika hendak ke soppeng yaitu via camba melewati maros-> bone-> soppeng, via bulu dua melewati maros-> pangkep-> barru-> soppeng dan via pare-pare melewati maros-> pangkep-> barru-> pare-pare-> soppeng. Jalur tercepat yang bisa di lalui jika ingin cepat sampai versi penuis yaitu via bulu dua karena medan jalan yang lurus sepanjang maros hingga barru sehingga kendaraan dapat melaju dengan kencang sebelum akhirnya berbelok di persimpangan pekka e. Setelah mendekati perbatasan barru-soppeng medan jalan akan sedikit berubah menjadi berkelok -kelok namun hawa yang sejuk dan pemandangan yang indah membuat perjalanan terasa tidak membosankan. Saat sudah memasuki wilayah soppeng, anda akan mendapati sebuah tempat wisata yang terlatak di pinggir jalan poros tepatnya di samping rumah makan yang banyak berjejer, saat penulis berkunjung kesana masih dalam tahap pembangunan jadi tidak bisa bercerita banyak.

Dari bulu dua hingga pusat kota butuh waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam perjalanan, sepanjang jalan hamparan sawah memanjakan mata dan rumah penduduk local yang berbentuk rumah panggung. Setelah sampai di pusat kota jangan kaget melihat keunikan yang ada berupa kelelawar atau kalong bergantungan di pohon asam yang ada dalam kota. Sebelum melanjutkan perjalanan mampirlah ke vila yuliana yang terletak di jalan pengayoman tepat di samping rumah jabatan bupati soppeng, villa yuliana merupakan bangunan bersejarah peninggalan belanda yang ada di soppeng dibangun pada tahun 1905 masehi dengan arsitektur perpaduan khas  eropa dan rumah bugis bercorak putih dan hijau. Jika sore hari disini dapat menikmati matahari terbenam di balik gunung sewo dan kalong yang mulai beterbangan untuk mencari makan di malam hari dan akan kembali subuh menjelang pagi. Anda juga bisa mengunjungi pemakaman kuno yang terletak kurang lebih 1km sebelah barat villa yuliana yaitu pemakaman jera lompoe. Taman purbakala merupakan taman  makam raja-raja soppeng tempo dulu pada abad ke XVII. Salah satu makam memiliki keunikan karena mempunyai batu nisan yang berbentuk hulu keris yang satu-satunya di sulsel.

Destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan adalah permandian ompo yang berjarak kurang lebih 3km sebelah utara kota soppeng, tepatnya di kelurahan ompo kecamatam lalabata, di kenal karena airnya yang jernih dan dingin dan menjadi sumber air bersih masyarakat setempat. Mudah di jangkau karena terletak di pinggir jalan poros. Selain ompo, ada juga permandian alam air panas lejja yang terletak 40 km sebelah utara kota soppeng. Berbeda dengan ompo, untuk menjangkau lejja tidak dapat dengan kendaraan umum, jika ingin kesana namun tidak membawa kendaraan pribadi, coba kontak penulis melalui akun facebooknya disni. Kalau anda membawa kendaraan pribadi sangat mudah menjangkaunya, baik dengan roda dua maupun roda empat dengan medan jalan yang sudah di aspal dengan mulus namun terjal dan berliku tapi tidak membosankan karena keindahan alam di sisi kanan dan kiri jalan. Setelah membayar biaya retribusi untuk masuk, ada dua jalur yang bisa dilalui yaitu langsung menuju samping kolam dan melalui tangga seribu dengan hutan yang masih alami. Fasilitas yang ada cukup memadai dengan kolam untuk umum dan privte, ruang ganti, ruang bilas, toilet, pondok peristirahatan dan tempat pertemuan yang dapat menampung 300 orang. Setelah menyewa pondok anda dapat jalan-jalan untuk melihat sumber air panas dan bebatuan yang dialiri air panas dari sumbernya menuju sungai kecil kemudian masuk ke kolam. Panas airnya mencapai 60 derajat celcius yang konon dapat menyembuhkan penyakit reumatik dan gatal-gatal serta telur yang di celupkan dapat setengah matang.


Setelah puas berendam di air panas dan hendak pulang, jangan lupa mampir di rumah adat sao Mario yang terletak di desa manorang salo, kecamatan marioriawa atau sekitar 1km setelah berbelok ke kiri di jalan poros tepat depan Spbu. Di dalam kompleks rumah adat terdapat berbagai macam rumah adat bugis, Makassar, toraja, mandar, minangkabau dan batak. Kompleks rumah adat dikenal juga dengan bola seraty e karena memiliki Tiang yang kurang lebih berjumlah 100. Selain rumah adat berfungsi juga sebagai meseum untuk menyimpan berbagai barang antic  dari berbagai daerah, senjata tajam dan berbagai jenis batu permata

mariki ke soppeng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar