Rabu, 29 Juni 2016

dik, nikmati masa sekolah kalian.

Dik, tiga tahun itu bukan waktu yang lama, maka nikmati dengan berbagai hal, entah kau berprestasi atau ingin menjadi remaja nakal (asal nakalnya bukan yang kelewatan) karena masa itulah masa paling banyak yang  di rindukan. Penuhi segala rasa penasaran dan ingin tahumu tentang berbagai hal, cari jati dirimu, temukan passionmu, asah bakatmu, tekuni hobbymu tapi jangan mencoba yang membuatmu ketergantungan seperti seks dan narkoba, pesan saya jauhi dua hal ini. Kenapa saya berpesan untuk menjauhi dua hal ini, karena seks ibarat candu, akan membuatmu ketagihan, sekali mencoba akan terus mencoba sehingga kamu gagal focus pada impianmu. Sedangkan narkoba, pasti sudah tahu kalau barang haram ini selain dilarang agama juga dilarang Negara. Dan paling parahnya kamu bisa saja menghabiskan sebagian hidupmu di balik jeruji besi.

Setelah tamat akan sulit menjalankan itu semua dan lebih banyak lagi tantangan hidup. Kehidupan akan lebih kompleks, penuh tantangan dan ketidakpastian. Setelah tamat kamu sudah harus menentukan akan jadi apa kamu 5 tahun kemudian, 10 tahun kemudian, 20 tahun kemudian 40 tahun kemudian. Setelah tamat sudah pantang lagi untuk berbuat hal yang berpotensi merugikan diri yang akan membawamu gagal meraih cita-cita. Pantang untuk terlalu lama berleha-leha di zona nyamanmu. Meski akhirnya kamu memilih tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena alasan klise yaitu otak sudah tidak mampu atau alasan lain factor ekonomi misalnya namun ingat belajar itu dimana saja bukan hanya di tempat formal. Kamu bisa memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, fb misalnya kamu bisa gabung di grup yang sesuai dengan hobbymu.

Dik, saya, ketika pulang ke rumah sehabis merayakan kelulusan dengan coret-coretan, saya menatap baju putih saya yang penuh dengan warna-warni pilox dan tanda tangan teman seperjuangan, tiba-tiba saya teringat saat-saat dimana saya baru saja di Mos. Rasanya baru kemarin saja saya di Mos, sekarang sudah tiga tahun berlalu, waktu sungguh berjalan cepat pikirku. Ada rasa bangga karena tidak lagi berstatus pelajar, namun kesedihan juga menghiasi batinku karena terpisah oleh sahabat. Ada rasa gamang akan kemana saya setelah ini, waktu terasa berjalan lambat. Tiba-tiba bunyi hape menghentikan laumunanku sebuah sms masuk, bunyinya “kawan, rasanya baru kemarin kita di mos sekarang kita sudah lulus”, saya memutuskan tidak membalasnya dan melanjutkan lamunanku, teringat semua apa saja yang terjadi selama tiga tahun ini, sudut sekolah yang punya kenangan, perkelahian dengan teman , dihukum oleh guru, Pdkt-in adek kelas dan berbagai keceriaan. Lagi-lagi bunyi hape menghentikankan lamunanku, sebuah sms masuk dari teman yang lain, smsnya panjang dan saya sudah agak lupa kurang lebih mengatakan “tiga tahun berjalan begitu cepat, begitu  banyak kenangan yang tercipta, rasanya tidak ingin berpisah dengan kalian namun live must go on bro, jangan ada yang saling melupakan dan sampai jumpa di puncak kesuksan” begitulah kira-kira sms seorang kawan. Setelah selesai membacanya saya berdiri menuju dapur untuk makan siang karena perut mulai terasa keroncongan.


Dik, esoknya sehari setelah hari pengumuman, ada satu kejadian yang menggelitik bagi saya, pagi itu saya bangun pagi seperti biasanya, bangun langsung mandi, kemudian sarapan dan mengenakan seragam sekolah, tiba-tiba adek saya bertanya “mau kemana, kamu kan kemarin sudah penentuan?”. Saya hanya nyengir. Rupanya saya bukan lagi pelajar, pikirku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar